Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label anak kos

Balada Anak Kos: Segitiga Merah Muda

Suka duka jadi anak kos itu banyak. Kadang kala kita harus makan seadanya, bahkan sampai pergi kuliah nggak mandi karena listrik kos mati seharian. Sebagai anak kos yang baru berumur setampuk pinang, gue mulai mengalami elombang-gelombang kehidupan kosan. Awal-awal jadi anak kos, gue cukup kelabakan karena harus mengurus semua hal sendiri. Mulai soal makan, mengatur keuangan, mengatur jadwal cuci baju, mengatur kesabaran dan tidak boleh egois. Termasuk dalam urusan mandi dan menjemur pakaian. Seperti yang gue bilang di awal, di kosan kita menggunakan kamar mandi bersama. Jadi setiap paginya akan ada adegan berebut dan antrian ember mandi di pintu masuk kamar mandi. Sedikit gambaran, jadi di lantai bawah ada 4 kamar mandi yang dua untuk bilas, dua lagi untuk BAB. Ruangan ini saling berhadapan dengan jarak setengah meter. Biasanya di tengah itu kita gunakan untuk mencuci baju (ada kran airnya) dan menggantung jemuran. Di suatu hari yang indah. Gue bangun tidur dan dengan sempoyongan la...

Balada Anak Kos: Klekk!

Kalau boleh gue ngomomg, salah satu kasta di dunia manusia yang paling bertahan hidup itu adalah anak kos. Ya kecuali bokap nyokap elu tajir ya Allhamdulilah . Namun bagi golongan jomblowan-jomblowati yang anak petani, pedagang, dan honorer desa beda ceritalah ya. Di kosan kita harus siap sedia dalam ketenangan hati dan pikiran. Ibarat dalam perang, kita harus punya strategi khusus untuk bisa tetap akur, tenang, adem-ayem di dalam kosan. Salah satunya dalam pemakaian listrik. Sebagai kaum jomblowati, kita ingin terlihat kece dong ya pergi ke kampus. Jadi apapun yang kusut, pasti kita akan setrikaan sebelum pergi. Jilbab kusut?.... Gosok! Baju kusut ?.... Gosok gosok! Rok? celana?... Gosokk ajaaa. Hati kusut?... Gosok hajar! Wajah kusut? Tidak masalah! Tinggal colokin setrikaan, dan gossssssooook! Nah, enaknnya di kosan adalah kita bisa sesuka hati menggunakan listrik dan air. Jadi kapanpun mau menggosok baju atau masak nasi ya silahkan-silahkan saja. Beda sih sebelum jadi anak kos ya...

Balada Anak Kos: Hallo!

Menjadi anak kos adalah prestasi yang patut gue banggakan. Kenapa? Karena butuh perjuagan dan penuh liku-liku. Tak hanya masalah uang dan perut. Namun juga percintaan yang penuh warna menghiasi kehidupan anak kos. Tak hanya sekedar cerita kuliah, hingga kerja dan merantau ke seberang pun cerita tentang kosan pun tak kan pernah sirna. Sebelumnya gue akan memperkenalkan diri secara resmi. Nama gue adalah gue. Lo nggak perlu tahu nama gue, yang perlu elo tau, gue sayang elo semua. Lah? Baik... Kami barisan anak kos yang tergabung dalam TPTHCITNDJ (dibaca tipetehicattangdijal)  Tim Pepet Terus Hingga Chattingan Tapi Nggak Diajak Jalan akan mempersembahkan kisah lika-liku anak kos yang mengelus-elus dada. Selamat menikmati! --- Hari ini hari Minggu. Supir travel yang membawa dari kampung pun berhenti tepat di sebuah bangunan bertingkat bercat putih, dengan tangga besi yang ada di sampingnya. Rumah tingkat ini sangat biasa saja, tidak ada cafe, minimarket, orgen maup...