Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label rindu

DJKJ: Rindu (3)

Terkadang aku mengenang masa-masa di mana mula tanganmu menggenggam tanganku. Malu tapi mau. Saat itu tetes hujan berangsur turun. Aku berboncengan denganmu dan tanganku terdiam di tas yang memisahkan jarak punggungmu ke tubuhku. Aku terpaku diam saat kau mengoceh tentang hari ini yang mendung. "Kamu kenapa diam saja?" "Kamu lagi bicara. Aku ingin mendengarkan lebih lama lagi," jawabku sekenanya. "Tanganmu mana?" "Ini sedang memegang tas," "Kemarikan tasmu. Biar ku sandang," kamu mun menepi dan menghentikan motormu dan menyandangkan tasku ke dadamu. Perjalananmu kembali dilanjutkan dan kau berceloteh tentang hujan sore ini. "Hallo.. Kamu masih bersamaku?" "Iya. Aku masih bersamamu. Mendengarkan celotehmu yang tak kunjung henti itu," jawabku dengan tawa. "Tangan kamu mana?" "Tepat dibelakangmu," ujarku sembari mengangkat kedua belah tanganku. "Boleh aku pinjam sebentar tanganmu? " kem...

DJKJ: Rindu (2)

Rindu langkah kaki yang berselonjak di setiap Jumat malam menuju peraduan. Rindu menunggu jam 9 malam untuk mendengar suara pengantar tidur yang selalu kudengarkan di ratusan Jumat. Sekarang tidak ada lagi. Kosong, sangat kosong. Otakku seperti terjatuh di lantai dan pecah berkeping-keping. Tujuan hidupku seperti sirna begitu saja setelah melangkah. Ku hela nafas dalam-dalam. Sebenarnya apa yang aku inginkan? Kebebasan seperti apa yang aku harapkan? Teruntuk Lelaki dengan senyuman yang puluhan Jumat lalu ku lihat. Apa kabar? Kenapa aku memikirkan senyuman itu disaat seperti in? Aku rindu senyuman itu. Apa kamu masih sibuk dengan duniamu? Tentu saja. Wahai lelaki tersenyum. Apa aku menjadi wanita jahat saat ini memikirkan kamu? Apa aku menjadi wanita yang tidak ada harga diri lagi tetiba aku membayangkan senyuman itu? Wahai pemilik senyuman. Sepertinya aku telah menjadi orang jahat. Merindukan kamu di saat hatiku terluka. Rindu getaran saat pertama berjumpa, rindu di awal aku menunggu...

DJKJ : Rindu

Kau tau apa yang paling sulit dilakukan di dunia ini? Menerima kenyataan. Adapun kenyataan yang harus kuterima adalah kau tidak ada lagi di sisiku. Kita melangkah di jalan yang berbeda dengan membawa kenangan yang tidak ingin kita lepaskan. Kita sepakat di malam itu, di malam kau hanya diam. Di malam kau membiarkan aku menangis sesegukan melepaskan emosi yang kau bilang hanya sesaat. Di malam kau tidak berkata apa-apa, menjelaskan bualan seperti biasa. Kenapa kau tidak bohong saja malam itu? Kenapa kau tidak mencoba berkilah supaya aku tenang sejenak? Namun kau hanya diam. Jumat terus berganti. Aku melangkah dengan gemetar setiap kenangan itu datang. Menghancurkan hari-hari yang sudah kurancang dengan baik. Siang hari ini terik. Sebuah panggilan masuk ke ponselku. Dan itu dari kamu. Aku yang sedang encoba berdamai dengan perasaanku kembali kaca. Namun tetap saja panggilanmu ku angkat. "Hai, apa kabar?" sapamu dengan lembut, nada yang dulu kau gunakan di seti...