Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label siapa kamu

Dari Jumat ke Jumat: Siapa kamu? (5)

Puluhan Jumat berlalu begitu saja. Jiwa ku kembali tenang dan tidak ada lagi gejolak yang berarti. Dan kau pemilik mata, yang namanya saja bibirku bergetar menyebutnya, semoga kau berbahagia selalu. Semenjak malam itu aku sadar, bahwa kita berada di dua dimensi yang belum pernah kita pertemukan. Dimensi yang kita paksa untuk tidak bertemu, karena kondisi yang ada. Tapi tidak masalah, aku menikmati setiap getaran yang kau berikan. Terkadang aku menyesali pertemuan mata kita kala itu. Toh, akhirnya kita juga memisahkan mata ini dan pura-pura tidak tahu kan? Aku ralat, bukan 'kita', tapi hanya aku seorang. Sedih juga ya bila diceritakan detail seperti ini? Tapi tidak masalah, kok. Berlalu sudahlah berlalu. Aku menikmati duniaku yang penuh misteri ini. Bagaimana dengan kamu? -- Selamat Tahun Baru! Minggu ini festival yang mempertemukan kita dahulu diadakan kembali. Dan telah aku garis bawahi bahwa kita hanyalah dua manusia yang terlibat urusan kerja. Dalam kesempatan itu kita b...

Dari Jumat ke Jumat: Siapa kamu? (4)

Rutinitasku begitu-begitu saja. Tidak ada yang spesial dan tidak ada yang bergejolak. Tapi semenjak bertemu dengan kamu, aku harus melakukan banyak hal untuk mengalihkan matamu. Bisa gila aku berlama-lama seperti ini. Baiklah, kenapa aku tidak coba saja menghubungimu? Tapi caranya gimana ya? Pura-pura salah kirim? Ajak kenalan langsung? Ah, terlalu kentara. Mungkin aku bisa bertanya masalah pekerjaan saja. Dengan jantung deg-deg kan aku mengirimi pesan kepadamu melalui akun kerjaku. Berdebar jantungku menunggu respon mu. Dan benar saja, kau langsung membalas tentang urusan kerja. Hanya itu. Tapi tidak apa-apa, setidaknya aku bisa melepas rasa penasaran akan matamu yang tidak biasa bagiku itu. Apakah aku normal, atau meamng kekuatanmu berada di kedua bola mata itu? Rasa penasaranku semakin memuncak dan akhirnya aku memberanikan diri meminta kontak pribadimu. Kalian sudah tau jalan cerita selanjutnya seperti apa kan? Aku mendapatkan kontak pribadinya. Ku niatkan dalam hati ini hanya se...

Dari Jumat ke Jumat: Siapa kamu? (3)

Sepertinya aku melewatkan kamu. Hari ini festival outdoor diselenggarakan. Tentu saja waktunya tim dan aku bekerja. Peralatan dan kelengkapan liputan sudah di tangan. Kita berangkat. Bagaimana jiwaku akhir-akhir ini? Mulai tenang, tentu saja. Lebih tepatnya aku pura-pura tenang. Sorotan mata tajam itu kupaksa memudar perlahan di kepala. Keramaian pun datang. Seperti biasa aku dan tim siap berkeliling untuk bahan pemberitaan. Tetiba, mata kamu kembali masuk ke pikiran ku. Hey, apakah mungkin kamu ada di sini? Bisa jadikan kamu di sini? Di sela-sela pekerjaan, aku memperhatikan keramaian. Siapa tahu ada mata yang ingin ku pandang. Mata yang membayangi aku hingga tidak karuan. Nihil. Kerumunan berganti, namun tidak aku temukan mata yang ingin ku pandang. Baik, mungkin aku fokus sama pekerjaanku saja. Wahai pemilik mata, aku kesulitan karenamu tapi aku menikmati itu. Semakin sore. Tak ada pertanda darimu. Apakah aku hanya menunggu? Tidak. Aku mencarimu, berkeliling, m...

Dari Jumat ke Jumat: Siapa kamu? (2)

Mata itu. Dua mata dengan sorotan tak biasa yang menembus jiwa tenangku. Berhari-hari jiwa ini tidak karuan. Hanya gara-gara dua bola mata tajam milik kamu. Segala cara sudah aku lakukan supaya tidak lagi memikirkan kamu. Namun, tidak semudah yang aku bayangkan. Mungkin kamu tidak tahu, aku hanyalah lelaki biasa yang disibukan dengan dunia darat dan gunung. Kau sebutkan saja nama-nama gunung besar di negeri kita, sudah ku naiki semua itu. Apa yang ingin kau tahu? Macam-macam peralatan yang dibutuhkan naik gunung? Cara survival? Brand-brand outdoor? Alat yang bagus dan cuaca ekstrem? Semuanya aku tahu. Kau ingin menanyakan jalan daerah mana? Pelosok negeri mana? Biar nanti ku antarkan kamu ke sana. Semuanya aku tahu. Yang tidak aku tahu adalah bagaimana cara menghadapi bola mata kamu yang tanpa seizinku bertemu dengan mataku. Yang menembus jiwaku. Dan itu tanpa aba-aba! Beberapa Jumat aku biarkan diriku terjebak rasa ini. Aku ingin memastikan bahwa ini hanyalah sementara. Nanti juga a...

Dari Jumat ke Jumat: Siapa kamu?

Semua perlengkapan liputan sudah siap. Kamera, tripod, dan lainnya sudah aku susun. Kita berangkat siang itu menuju presscon di mal Jakarta. Seperti biasa, tidak ada yang spesial. Aku dan tim datang, merekam semua yang diperlukan dan balik pulang. Namun entah kenapa, di hari itu perasaanku terasa berbeda. Sebelum berangkat jantungku sudah berdebar tidak karuan. Apakah aku sakit jantung? Ya Tuhan, janganlah! Serius, semenjak pagi aku merasa jantungku berdebar tidak karuan. Apa yang akan terjadi hari ini? Tatkala sedang acara, dari kejauhan masuklah seorang perempuan berjilbab coklat dengan kemeja hitam kotak-kotak. Dengan santai dia melewatiku dan menyapa ramah beberapa orang di dalam. Wajahnya bulat, badannya tidak terlalu tinggi dan berpipi yang cukup berisi. Satu hal yang menarik adalah alis matanya yang menghiasi sorot matanya yang tajam. Hei, kenapa aku memperhatikanmu sedetail ini? Ah ....Aku harus fokus!  Kenapa aku harus memperhatikanmu? Tidak, kali ini aku akan bekerj...