Kita nggak akan pernah tau kapan yang namanya ajal akan menjemput kita. Entah dimana, kapan dan bagaimana kondisi kita ketika Sang Pencabut Nyawa datang. Kita manusia hanya di tugaskan untuk membekali diri, bekal yang akan di bawa ketikasang maut datang. Siapa sih yang mau pergi cepat disaat sedang di anggap? Siapa sih yang mau cepat menghadapi kematian ketika mimpi itu di depan mata. Setiapmahluk yang bernyawa itu pasti akan menemui namanya kematian. Kesedihan akan menghantui pihak yang di tinggal karena kehilangan salah satu belahan tawa mereka, sedih itu di rasakan sobat karib, kehilangan salah satu sumber pengaduannya. Ya, itulah yang terjadi pada senior gue Randi Sanli, yang meninggalkan kami dan pergi menemui sang Pencipta, kemarin pada tanggal 20 Juni 2013. Beliau merupakan senoir gue. Kenapa gue menggunakan beliau? Karena dia adalah salah satu orang yang gue hargai dan hormati dalam proses pembelajaran gue dalam dunia kepenulisan dan teater. Beberapa ...
Cerita Stres Zaman Ketumbar Sampai Jadi Anak Rantau