Langsung ke konten utama

Postingan

DJKJ: Yang Datang Tiba-tiba (4)

Malam selanjutnya terasa hangat. Obrolan tak berhenti mengalir di siang maupun malam. Mata yang redup itu kembali membundar, bercahaya dan menatap dengan hangat. Ahh betapa sejuknya hari-hariku semenjak malam itu. Langkahku terasa ringan. Pipiku merona kemerahan setiap berangkat kerja. Ucapan semangat tiada henti mengalir ke ponsel dan ke telingaku. Ah, seperti ini rasanya jatuh hati? Namun sepertinya Semesta belum mengizinkan aku untuk seanng terlalu lama. Tetiba saja kegoyahan hati datang menghampiri.   Apa benar ini jatuh hati? Atau ini hanya pelepasan hati yang tak kesampaian? Atau sekedar mengisi ruang yang kosong karena dulu ada kebiasaan? Kebiasaan saling mengisi, kebiasaan saling menelfon, kebiasaan bertemu, kebiasaan makan di jam 7 malam, kebiasaan telfonan di jam 10 malam. Atau ini hanya kebiasaan saja? Pengisi kebiasaan? Apa yakin ku jatuh hati? Terdiam, sungguh lama aku terdiam mengingat fakta itu. Mungkin, mungkin ini hanya perasaanku saja. Aku ingin tenang, aku ingin ...

DJKJ: Yang Datang Tiba-tiba (3)

Memang keputusan dari hati adalah pilihan terbaik. "Lo ingat nggak senior yang dulu pacaran sama kakak kelas kita di SMA?" "Oh yang kacamataan itu? Kenapa?" "Kayaknya gue naksir dia deh. Hahaha!" "Eh lu gila ya?" "Gila karena cinta sayangkuuuuu....." "Dia udah mau nikah sama pacarnya. Jangan dia deh, yang lain aja!" "Dia putus tuh sama pacarnya," "Sumpah? Demi apa?" "Yap!" "Dulu bukannya lu waktu SMA sempat naksir dia kan?" "Benar sekali Sri Ratu...." "Hmmm... Yakin nih naksir? Yakin udah move on?" "Belumlah!" "Terus?" "Nggak tau ah. Udah ya, gue mau bales chat dulu ini!" "Jangan sok sibuk. Siapa juga yang chat lu selain gue?" "Ya chat abang kacamata lah! Bye cintaku. Mmmuaaach!" Percakapan di atas tidaklah bohong. Cerita kami berlanjut di hari-hari selanjutnya. Bahkan gilanya, 24 jam terasa sangat kurang, jika bisa di...

DJKJ: Yang Datang Tiba-tiba (2)

Kenapa datang sekarang, kenapa tidak ketika aku siap? "Hallo Assalamualaikum Nak, selamat ulang tahun. Berkah selalu umur kamu ya," sebuah pesan singkat dari Papa. Aku pun menghirup napas panjang lalu mengusap mata yang tak gatal. Boleh aku tidur lagi? Tak lama aku meletakan ponsel, tetiba panggila video datang dari sahabatku. " Mmm... Ya," jawabku malas dengan membiarkan ponsel tergeletak di kasur. "Woi mana muka lho? Kan mau ngucapin ultah," "Ngantuk ah.. ntar siang aja napa sih?" "Gue siang mau pergi sama suami. Buru!" Dengan kesal ku perlihatkan mukaku dengan rambut acak-acakan " Udah?" "Selamat ulang tahun kesayangan kita. Mmuuach! Jangan galau lagi, buru nikah!" teriak sahabatku di seberang sana. "Jangan bacot ah, gue matiin nih telefon lu! Masih pagi!" "Hahaha... Jangan marah dong sayang, yaudah mandi sana. Nggak kerja?" "Kerja. Yaudah sana lu pergi, gue mau mandi!" Dengan langk...

DJKJ: Yang Datang Tiba-tiba

Tuhan, datangkan orang yang tepat di waktu yang tepat Beberapa hari ini ibuku sangat semangat menyuruhku berdoa kepada Tuhan. Selain memohon ampun, dia juga menyuruhku meminta kepada Tuhan segera diberi kemudahan untuk membuka hati pada seseorang. Sepertinya ibuku sudah lelah mendengar aku berkeluh kesah dan ditelfon setiap malam. "Kamu jangan acuh seperti ini. Minta kepada Tuhan didatangkan jodoh," "Ah, nanti sajalah Ma. Ngapain buru-buru. Santai dulu lah," itu yang selalu kukatakan setiap ibuku menyuruh berdoa setiap saat. "Kamu pikir berdoa kepada Tuhan seperti minta uang sama Mama? Langsung dikasih? Enggak! Kamu minta mulai sekarang, dikasihnya kapan ya itu urusan Tuhan," ibuku makin cerewet. "Ya ampun Ma. Sabar kenapa, aku belum mau punya jodoh. Nanti saja ya," lalu ku alihkan topik pembicaraan ke hal yang lain. Tapi sepertinya ibuku sudah lelah dengan segala trik peralihan topik pembicaraanku. Beliau marah dan segera mematikan telefon. Ya a...

Balada Anak Kos: Segitiga Merah Muda

Suka duka jadi anak kos itu banyak. Kadang kala kita harus makan seadanya, bahkan sampai pergi kuliah nggak mandi karena listrik kos mati seharian. Sebagai anak kos yang baru berumur setampuk pinang, gue mulai mengalami elombang-gelombang kehidupan kosan. Awal-awal jadi anak kos, gue cukup kelabakan karena harus mengurus semua hal sendiri. Mulai soal makan, mengatur keuangan, mengatur jadwal cuci baju, mengatur kesabaran dan tidak boleh egois. Termasuk dalam urusan mandi dan menjemur pakaian. Seperti yang gue bilang di awal, di kosan kita menggunakan kamar mandi bersama. Jadi setiap paginya akan ada adegan berebut dan antrian ember mandi di pintu masuk kamar mandi. Sedikit gambaran, jadi di lantai bawah ada 4 kamar mandi yang dua untuk bilas, dua lagi untuk BAB. Ruangan ini saling berhadapan dengan jarak setengah meter. Biasanya di tengah itu kita gunakan untuk mencuci baju (ada kran airnya) dan menggantung jemuran. Di suatu hari yang indah. Gue bangun tidur dan dengan sempoyongan la...

Balada Anak Kos: Klekk!

Kalau boleh gue ngomomg, salah satu kasta di dunia manusia yang paling bertahan hidup itu adalah anak kos. Ya kecuali bokap nyokap elu tajir ya Allhamdulilah . Namun bagi golongan jomblowan-jomblowati yang anak petani, pedagang, dan honorer desa beda ceritalah ya. Di kosan kita harus siap sedia dalam ketenangan hati dan pikiran. Ibarat dalam perang, kita harus punya strategi khusus untuk bisa tetap akur, tenang, adem-ayem di dalam kosan. Salah satunya dalam pemakaian listrik. Sebagai kaum jomblowati, kita ingin terlihat kece dong ya pergi ke kampus. Jadi apapun yang kusut, pasti kita akan setrikaan sebelum pergi. Jilbab kusut?.... Gosok! Baju kusut ?.... Gosok gosok! Rok? celana?... Gosokk ajaaa. Hati kusut?... Gosok hajar! Wajah kusut? Tidak masalah! Tinggal colokin setrikaan, dan gossssssooook! Nah, enaknnya di kosan adalah kita bisa sesuka hati menggunakan listrik dan air. Jadi kapanpun mau menggosok baju atau masak nasi ya silahkan-silahkan saja. Beda sih sebelum jadi anak kos ya...

Balada Anak Kos: Hallo!

Menjadi anak kos adalah prestasi yang patut gue banggakan. Kenapa? Karena butuh perjuagan dan penuh liku-liku. Tak hanya masalah uang dan perut. Namun juga percintaan yang penuh warna menghiasi kehidupan anak kos. Tak hanya sekedar cerita kuliah, hingga kerja dan merantau ke seberang pun cerita tentang kosan pun tak kan pernah sirna. Sebelumnya gue akan memperkenalkan diri secara resmi. Nama gue adalah gue. Lo nggak perlu tahu nama gue, yang perlu elo tau, gue sayang elo semua. Lah? Baik... Kami barisan anak kos yang tergabung dalam TPTHCITNDJ (dibaca tipetehicattangdijal)  Tim Pepet Terus Hingga Chattingan Tapi Nggak Diajak Jalan akan mempersembahkan kisah lika-liku anak kos yang mengelus-elus dada. Selamat menikmati! --- Hari ini hari Minggu. Supir travel yang membawa dari kampung pun berhenti tepat di sebuah bangunan bertingkat bercat putih, dengan tangga besi yang ada di sampingnya. Rumah tingkat ini sangat biasa saja, tidak ada cafe, minimarket, orgen maup...