Langsung ke konten utama

Dari Jumat ke Jumat (14)


Selamat ulang tahun. Yang terbaik untuk kamu. Berbahagia selalu.

Itulah pesan yang kau kirim tepat di pergantian Kamis ke Jumat. Tentu aku senang, kau salah satu orang yang mengingat momen pentingku.

Terjaga di pertiga malam telah menjadi rutinitas baru. Aku punya masalah dengan tidurku dan sedang menikmati itu.

Entah apa yang merasuki otakku di Jumat dinihari itu. Aku kembali menjadi manusia lemah dihadapan Pencipta.

Ku rangkai semua permintaanku. Dan membabi buta aku keluhkan kepada Tuhan apa yang aku mau.

Tahukah kamu, di malam itu aku meminta serius sesuatu yang tidak pernah aku minta sebelumnya. Aku minta jodoh!

Jam 10.00 WIB, aku terbangun dan mencoba mengingat kembali apa yang ku minta kepada Tuhan. Astaga, aku tertawa saat mengingat aku minta jodoh.

Ku tertawa lagi. Ya Tuhan, begitu putus asanya aku hingga aku serius di tengah malam meminta hal tersebut? Kembali ku tertawa kencang. Mungkin anak sebelah akan terkejut mendengar tawa menggelagarku.

Oke, hari ini tidak jauh berbeda dengan hari lainnya. Satu hal, aku siap untuk lembaran baru.

Seperti apakah Tuhan mengabulkan permintaan tengah malamku?

Tenang saja, aku juga mendoakan kamu kok. Selamat tinggal kenangan. Selamat tinggal.

Aku siap di hari yang baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DJKJ: Yang Datang Tiba-tiba (5)

Runtuh semua pertahananku. Runtuh seruntuh-runtuhnya Hati yang ku larang untuk rindu, kembali bergejolak. Sakit, sangat sakit! Malam itu aku tumpahkan semua umpatan yang ada di kepalaku.  Semua binatang yang menjadi tujuan ku lontarkan ke udara. Anjing! Malam itu aku menangis sejadi-jadinya. Sesak! Sangat sesak!   Hatiku serasa dicabik-cabik oleh kenyataan bahwa aku belum bisa lepas dari bayangan dia sedangkan otakku ingin meraih dekapan lain. Tapi hati tidak bisa berbohong otakku tak bisa mengalahkan hati yang terpaut sakit dan waktu. Hati ini terlalu lama dikekang satu bayangan hingga dia untuk berpindah butuh waktu, Ku tarik nafas dalam-dalam dan coba menenangkan hati. Tuhan, aku tak sanggup menahan sakit seperti ini lebih lama! Aku tak ingin membawa orang lain terlibat dalam kekacauan ini.   Aku harus melepas semua ini pergi. Tak terkecuali! Aku ingin hidup tenang Tuhan! Aku ingin hidup tenang! Ku raih ponsel yang baru saja ku hempaskan dengan kasar ke dinding kamarku...

ASUS VivoBook Ultra A412DA, Leptop Tipis Kekinian yang Buat Milenials Jatuh Cinta

Kita adalah generasi yang hidup di zaman digital. Butuh semua yang ringkas, cepat dan yang pasti juga bergaya. Zaman yang semakin canggih dan kebutuhan yang semakin menuntut untuk cepat tanggap membuat kita butuh alat pendukung yang juga mumpuni. Salah satunya adalah leptop. Penyimpanan data penting, foto perjalanan, dan juga ragam ide tulisan membuat kita sangat bergantung dengan leptop. Apalagi yang pekerjaannya dalam dunia tulis-menulis seperti jurnalis dan blogger. Sebagai anak milenials yang suka berbagi sesuatu di media sosial dan pekerjaan di dunia tulis-menulis,, saya membutuhkan leptop yang sangat mudah untuk dibawa-bawa. Walaupun ponsel zaman sekarang sudah semakin canggih dengan memori yang juga besar, kebutuhan akan leptop untuk dunia tulis-menulis tidak akan terputuskan. Layar yang fleksibel dan nyaman Seberapa penting sebuah leptop yang mudah dibawa kemana-mana? Sangatlah penting! Memorinya yang besar, baterainya...

Badhaai Ho, di Antara Sentil Sosial dan Komedi

Tentang Film India semakin hari banyak yagn mencuri perhatian. Salah satunya adalah film dengan judul Badhaai Ho ini. Film Badhaai Ho merupakan drama komedi yang dirilis pada tahun Oktober 2018 dengan memainkan aktor-aktor top India. Film ini juga mendapatkan respon positif dengan nilai 8,1/10 dari IMDb. Pemain Film Badhaai Ho dimainkan oleh artis India papan. Berikut daftarnya. yushmann Khurrana (Nakul Kaushik) Neena Gupta (Priyamvada Kaushik) Gajraj Rao (Jeetender Kaushik) Surekha Sikri ( Ayahnya Nakul) Sanya Malhotra( Renee Sharma) dan lainnya. Sinopsis Badhaai Ho menceritakan bagaimana seorang pemuda yang malu mengetahui ibunya yang sudah tua hamil lagi. Dia dan adiknya harus menghadapi paradigma sosial yang beranggapan bahwa orangtua harusnya pandai menjaga diri di usia tua (untuk tidak hamil). Nakul Kausik harus menahan malu karena mengetahui ibunya yang sudah berusia lanjut hamil lagi. Dia menjadi bahan cemooh teman-temannya karena kondisi ora...